Pitnik Hari Pahlawan Napak Tilas Jendral Soedirman: TMP Kusumanegara & Goa Selarong

Pitnik Hari Pahlawan Napak Tilas Jendral Soedirman: TMP Kusumanegara & Goa Selarong

Hari minggu, 1 November 2015, jam 5 pagi aku meluncur menyusuri dinginnya jalanan. Hari itu merupakan agenda rutin Gowes Miggu Wage komunitas Pitnik Jogja yang disesuaikan dengan peringatan Hari Pahlawan.

Start di timur Balai Kota
Berkumpul di timur Balai Kota Yogyakarta

Sekitar jam enam kurang seperempat aku sampai di titik kumpul yaitu di sebelah timur balai kota yogyakarta. Di situ sudah ada banyak orang berkumpul. Sambil menunggu yang lain kamipun bercengkrama hingga jam enam seperempat saatnya kami bersiap untuk berangkat. Dari balaikota kami menyusuri jalan Kusuma Negara, hingga sampai di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) kami berbelok ke kiri menuju pintu masuknnya.

gerbang TMP kusuma negara
Gerbang di sisi selatan Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara

Suasana masih sepi, gerbang selatan TMP masih tertutup dan waktu menunjukkan pukul setengah tujuh. Kamipun mendatangi penjaga dan segera gerbangpun dibukakan. Kami semua mulai memasuki area TMP. Sebagian besar dari kami baru pertama kali ini masuk ke TMP Kusuma Negara.

mulai membentuk barisan
Ketika memasuki taman makam pahlawan kita diharuskan melakukan penghormatan. Di sini kami mulai membentuk barisan tiga bersaf.

Saat masuk ke TMP ini kita diharuskan berbaris lalu melakukan penghormatan. Mungkin di TMP yang lain juga begitu. Setelah melakukan penghormatan kamipun bergeser menuju makam Jendral Soedirman.

Menabur bunga di pusara Jendral Soedirman. Photo Credit: Trijono Santoso
Menabur bunga di pusara Jendral Soedirman.
Photo Credit: Trijono Santoso

Kemudian kamipun berdoa di depan makam Jendral Soedirman. Setelah selesai berdoa tak lupa menaburkan bunga di pusara.

di dalam area TMP kusuma negara
Berpose di tengah Taman Makam Pahlawan

Acara inti di TMP sudah selesai, kemudian seperti biasa ada sesi foro-foto.

di sini terpampang nama-nama pahlawan
Nama-nama pahlawan terpampang di sini

Setelah puas berfoto kamipun mulai beranjak ke tujuan berikutnya yaitu Goa Selarong. Dari TMP kami menyusuru jalan ke selatan hingga bertemu dengan jalan Batikan (Kali Mambu) dan terus saja hingga Jalan Menteri Supeno.Perjalanan kami cukup santai, tidak tergesa karena memang untuk bersenang senang. Kemudian kami berbelok ke arah barat beberapa kilometer hingga sampai Jl. Bugisan. Kemudian kani ke selatan melalui Kantor Kecamatan Kasihan lalu berbelok ke barat dan terus menyusuri jalan menuju Selarong.

sekitar kasongan
Istirahat sejenak

Sampai di perempatan Desa Bangunjiwo kami istirahat sejenak sambil menunggu teman yang tercecer. Cuaca sudah mulai panas dan waktu menunjukkan pukul delapan pagi. Setelah beberapa saat kamipun kembali mengayuh sepeda menuju Goa Selarong. Setiba di sana kami memarkirkan sepeda di dekat lapangan. Suasana sudah mulai ramai.

di depan blankon raksasa
Di depan blangkon raksasa

Waktu menunjukkan jam setengah sembilan. Karena kirab belum sampai lokasi, mereka masih berjalan, maka kami foto2 di depan blangkon raksasa yang berada di sekitar pintu masuk. Blangkon itu katanya tercatat di MURI sebagai blangkon terbesar dengan ukuran keliling 17,40 meter, tinggi 4 meter, panjang 6,88 meter dan lebar 5,65 meter. Setelah berfoto dengan berbagai pose kamipun menuju ke areal goa selarong yang tidak jauh dari situ.

prasasti
Sebuah Prasasti
dhuwet
Buah Duwet (Jamblang) . Sering juga disebut anggur jawa.
ceplukan
Buah ceplukan

tangga naik menuju goa

Tangga naik menuju lokasi goa

Di sana banyak yang jual buah-buahan seperti sawo, duwet, ceplukan, dan buah-buahan lain. Aku sempatkan membeli buah duwet dua ribu rupiah, cukup untuk menuntaskan kerinduan akan rasanya, maklum sudah lama sekali tak merasakan buah duwet. Kemudian akupun menapaki tangga menuju lokasi goa yg lumayan tinggi.

di depan goa lanang
Di depan Goa Kakung

di depan goa

Di depan Goa Putri

goa kakung
Goa Kakung yang berupa cerukan

Kamipun memuaskan diri berfoto di depan goa. Goanya kecil, hanya sebuah cerukan. Etah bagaimana dulu pangeran Diponegoro dan juga Jendral Soedirman bisa bersembunyi di sini. Mungkin pemimpinnya aja yg di dalam goa, pasukannya di luar.

membeli buah-buahan
Beli buah-buahan sebelum pulang

Jam sembilan lebih sedikit kamipun mulai kembali turun. Iring-iringan kirab-pun mulai berdatangan.

mandhegani gunungan
Kirab. seseorang mandhegani iring-iringan gunungan.
wanita cantik dalam barisan
Kirab. Diwarnai dengan wanita-wanita muda yang cantik
Ibu-ibu membawa sayur mayur
Kirab. Ibu-ibu membawa sayur mayur
berbaris mengiringi gunungan
Kirab. Prajurit berbaris.

Di antara kirab itu kamipun pulang melawan arusnya. Sepeda harus dituntun karena ramainya jalan. Karena sibuknya aku foto-foto tak terasa semua meninggalkanku. teman-teman sudah tidak kelihatan di depan. Setelah menembus arus kirab itu hingga sampai di gapura goa slarong aku berbelok ke kiri, lepas dari iring-iringan kirab yang berasal dari arah kanan.

Makan siang di dekat pasar Niten. Photo Credit: Ajix Aing
Makan siang di dekat pasar Niten.
Photo Credit: Ajix Aing

Akupun mengayuh sepeda sendiri pelan-pelan menikmati suasana. sampai di jalan Bantul aku mampir untuk membeli soto, mengisi perut yang sudah lapar. Hingga suatu ketika mas Ajix lewat dan aku melambai ke arahnya dari dalam warung. “Weh.. tadi kan aku paling belakang, kok mereka di belakangku”, pikirku. Setelah selesai makan akupun kembali melanjutkan perjalanan pulang, hingga sampai di sekitar pasar Niten aku diawe-awe orang dari suatu warung. Ternyata mereka rombongan teman2ku tadi yang sedang makan di warung. Usut punya usut sesampainya di gapura Selarong tadi mereka belok ke kanan dan terus melawan arus kirab untuk melihat kirab secara keseluruhan. Makanya aku jadi di depan mereka, haha.

vespa nyungsep
Vespa Nyungsep, Aku dan Sepeda Recumbent

Hampir tengah hari, cuaca panas sekali. Bulan november tanpa awan dan hujan memang sungguh hebat panasnya. Kami mulai beranjak pulang ke rumah masing-masing. Di jalan kamipun mulai mrithili satu demi satu mengambil jalan masing-masing. Aku malah bareng dua personil Jogja Folding Bike yang juga pulang dari jembatan sesek kali progo. Hingga sampai di teteg sepur Malioboro akupun mengambil jalanku sendiri ke utara, menyusuri jalan Mangkubumi dari selatan. Tak lupa untuk sejenak berfoto vespa nyungsep, sebuah obyek dalam Jogja Street Sculpture Project. Kemudian akupun mengayuh sepedaku lagi, masih sebelas kilometer menuju rumah.

Koordinat:
Gerbang selatan TMP Kusumanegara : -7.803274,110.383874
Pintu masuk Goa Selarong : -7.863423, 110.316224

No Comments

Post a Comment